• SMK KARYA PEMBANGUNAN BAROS ARJASARI
  • ▪︎ RELIGIUS ▪︎ INOVATIF ▪︎ KREATIF

ASESMEN DIAGNOSTIK KARYA Yeti Ratnawati, S.Pd

ASESMEN DIAGNOSTIK

Kemampuan dan keterampilan siswa di dalam sebuah kelas berbeda-beda. Ada yang lebih cepat paham dalam topik tertentu, namun ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami topik tersebut. Seorang siswa yang cepat paham dalam satu topik, belum tentu cepat paham dalam topik lainnya. Asesmen diagnosis memetakan kemampuan semua siswa di kelas secara cepat, untuk mengetahui siapa saja yang sudah paham, siapa saja yang agak paham, dan siapa saja yang belum paham. Dengan demikian Bapak/ Ibu guru dapat menyesuaikan materi pembelajaran dengan kemampuan siswa.

Secara umum, sesuai namanya asesmen diagnostik bertujuan untuk mendiagnosis kemampuan dasar siswa dan mengetahui kondisi awal siswa. Asesmen diagnostik terbagi menjadi asesmen diagnostik non-kognitif  dan asesmen diagnosis kognitif. Tujuan dari masing-masing asesmen diagnostik adalah sebagai berikut:

Asesmen diagnostik non kognitif ditujukan untuk mengukur aspek psikologis dan kondisi emosional peserta didik. Asesmen diagnostik non kognitif lebih mengutamakan pada kesejahteraan psikologi dan sosial emosi peserta didik. Asesmen diagnostik non-kognitif di awal pembelajaran dilakukan untuk menggali  hal-hal berikut:

  1. Kesejahteraan psikologis dan sosial emosi sisiwa
  2. Aktivitas siswa selama belajar di rumah
  3. Kondisi keluarga siswa  dan pergaulan siswa
  4. Gaya belajar, karakter, serta minat siswa

Tahapan melaksanakan asesmen diagnostik non-kognitif adalah:

  1. Persiapan
  • Siapkan alat bantu berupa gambar yang mewakili emosi, siapkan pertanyaan panduan
  • Membuat daftar pertanyaan kunci mengenai aktivitas siswa
  1. Pelaksanaan
  • Meminta siswa mengekspresikan perasaannya selama belajar  serta menjelaskan aktivitasnya
  1. Tindak Lanjut
  • Identifikasi siswa dengan ekspresi emosi negatif dan ajak berdiskusi empat mata
  • Menentukan tindak lanjut dan mengomunikasikan dengan siswa serta orang tua bila diperlukan
  • Ulangi pelaksanaan asesmen non-kognitif pada awal pembelajaran

Asesmen diagnostik kognitif bertujuan mendiagnosis kemampuan dasar siswa dalam topik sebuah mata pelajaran. Asesmen diagnostik kognitif dapat dilaksanakan secara rutin yang disebut asesmen diagnostik kognitif berkala, pada awal pembelajaran, akhir setelah guru selesai menjelaskan dan membahas topik, dan waktu lain. 

Tahapan melaksanakan asesmen diagnostik kognitif adalah:

  1. Persiapan 
  2. Pelaksanaan
  3. Diagnosis dan Tindak Lanjut

 

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Ayat-Ayat Al-Quran yang Berhubungan dengan Fisika Oleh Yeti Ratnawati, S.Pd

Ayat-Ayat Al-Quran yang Berhubungan dengan Fisika Fisika berasal dari kata “physic” yang artinya alam. Jadi ilmu fisika yaitu sebuah ilmu pengetahuan dimana

27/11/2021 13:07 WIB - Administrator